Featured Article

Tuesday, December 8, 2015

SUNRISE DALAM ELEGI MERBABU

Sun
Membuka tirai hitam menjadi santapan
Keluh, kesah sebagai penghias putaran roda kehidupan yang tak pelan
Wajah lusuh penuh Tanya, tiada punya warna dalam kehidupan
Tumpukan kardus di tengah sunyi malam yang mencekam menjadi perteduhan


     Gemerlap panorama di trotoar dan semakin bising dengan bunyi klakson di jalan raya, rintik hujan membasahi dedaunan dengan kemacetan lalu lintas mobil pulang kerja menjadikan suasana semakin memilu. dari jendela lantai 2 menatap bayang-bayang foto masa lalu yang terlihat remang di buncah air hujan pelataran rumah, sejenak gadis manis bernama Senja melirik pergelangan tangan, sudah hampir 1 jam ia berdiri di sudut ruangan itu, matanya berkaca-kaca teringat 20 tahun yang lalu, Selain kematian, tak ada hal yang memilukan baginya ketika rindu tak terhantar lagi kepadanya. Setiap tetesan bening yang mengalir kadang menjadi pilu yang menyayat rongga dadaku. Lalu, di mana kurengkuh hatimu lagi jika yang terhampar di hadapku hanyalah wajah nisan yang hitam? Tahukah kamu? Seberapa kuat aku menahan gejolak tak ingin merindumu lagi, sekuat itu pula angan tentangmu yang lalu merayuku. Lalu, beginikah rupanya Sunyi? Sunyi yang Garang.
Rindupun menjawab dengan sepi, tetes embun kedamaian perlahan menetes menjadi darah yang memerah kemudian memutih, kepala mendongak, saat tangan Tuhan yang ku harapkan darimu tak jua mendekapku.
##
    Gadis manis, berpostur tinggi, wajah santun, dan berpenampilan rapi membuatnya terlihat lebih menarik, disertai tatapan mata yang tajam memberikan symbol kekhasan gadis itu, hijab merah yang dikenakannya menghiasi parasnya. Senja, gadis yang tumbuh dewasa dengan mengubur seribu cerita.
Sepulang dari kantor, ia berniat membeli kue di toko dekat rumahnya, di depan pintu toko terlihat bocah kecil menatap pucat ditemani botol Aqua berisikan uang recehan. Tak lama kemudian Senja keluar dari toko, berniat memberikan kue kepada bocah tadi, namun ternyata bocah itu pingsan dan sudah dibopong oleh lelaki bershalkan hitam, tanpa tanya dan jawab, hanya senyuman bersinyalir spontan terlihat di wajah teduhnya lelaki tersebut. Seketika tercengang menatap Wajah yang mirip dengan Arta, kekasih yang memutih di pangkuan 20 tahun silam.
       3 menit kemudian, bocah kecil tersebut sadarkan diri, “Sudah enakan dek?” Tanya  Senja sambil mengelus rambut kumal si bocah malang, bocah itu hanya menatap pelan penuh tanya aku dimana? Dan siapa kakak?, jangan takut, saya kak Senja,  tadi melihatmu pingsan di depan toko, nama kamu siapa? N-a-m-a-k-u E-s-h-a sambil tertatih menjawabnya. Esha…nama yang ganteng, rayu Senja mencairkan suasana ketegangan Esha, diseliri senyum ramah dengan segelas milk chocolate di tangannya. Meminta Esha untuk meneguknya.
##
     Batin Senja mulai berkecamuk kembali, sayat pilu yang terkubur  berpuluh tahun lamanya, kini seolah hadir kembali, Senja menukik Hiruk pikuk ruang lapang menjadikannya kuat seiring dengan hadirnya malaikat kecil “Esha” yang menghiasi kegamangannya, meski sering terperangah, ia dikenal sebagai gadis yang gigih dan penuh semangat… tapi ternyata yang banyak orang kagumi dan banggakan tak membuatnya cukup rasa untuk melambaikan tangan dan mengatakan pada dunia ”farich” (aku bahagia), tak ingin terlalu banyak bicara karena diam juga terasa menyakitkan baginya,,
       Tak pernah sedikitpun menyangka, dalam kondisi seperti itu, hatinya masih tak pernah memiliki hati…dan yang tersisa adalah “mengandai-andai” sebab seolah harapan telah jauh menghindar. Bila saja lorong Doraemon itu ada, ingin rasanya berada dihamparan rumput dikelilingi gunung yang tinggi.
       Penyayang baru sebut Senja, meski hadirnya bak angin beliung (hadir tiba-tiba) terasa dingin dan memporak-porandakan pondasi yang kokoh, namun tiada berwujud, jabat tangan tiada berucap hanya berasa kehadirannya…lidahnya mengelu, hanya syair-syair merambah di sisi dinding jendela hati, tertuang rasa dalam bahasa:
Saat lamanya kemarau mengiringi, saat itu hujan yang dibutuhkan
Saat gelap malam menghampiri, Cahayalah pemecah sunyi
Saat ini jiwanya seperti mendung yang menunggu hujan setelah kemarau berkepanjangan, dan ia layaknya gerhana yang menanti cahaya rembulan

       Tatap mata yang tak asing…“Aku merasa kehilangan sesuatu entah pernah kumiliki atau tidak. Berminggu-minggu, berhari-hari, berjam-jam, toh rasa itu tetap sama saja, rasa yang tak memiliki rasa” batin Senja berkecamuk dalam garangnya matahari….
       Hadirnya lelaki sunyi masih menyisakan cerita, layaknya keabstrakan Gerimis: bisa jadi hujan lebat atau bisa mereda dan kemarau kembali…atau laksana mega merah: penyambut malam, bisa rembulan itu datang menyinari, bisa pula kegelapan yang menjadi buncah ilusi hati.
       Di sinilah, ia menghamparkan sajadah panjang terbentang tuk menggapai angan, takut adalah sifat naluri ketidakmampuan manusia, sesungguhnya Tuhan lah sebaik-baik tempat kembali. Ada seseorang yang bertanya tentang kisah cintaku..Aku menjawab singkat "setiap kali aku mencintai selalu ditinggalkan" ia pun berkata "terkadang memang lebih baik merelakan dan biarkan Dia yang menentukan, karena hanya Dia yang mampu menyelesaikan dan memilih yang terbaik dalam permasalahan cintamu" (Sun)
      Senja menyeringai dan berkata dalam hati Ke penghujung langit merah kan ku lontar jeritanku bersama kepercayaanku terhadapMu, Mengalunkan hanya satu nama indahmu…Hujan malam ini hembuskan gelisah…bersama rintiknya sembunyikan sepi, ku biarkan menggenangi sudut jiwa dan terhanyut dalam bayang ilusi, keberadaanmu selalu kupertanyakan, meski ku sadar tanpa alasan, namun selalu saja menjadi ingatan.
##
      Udara sejuk pagi menyemilir di pintu-pintu rumah Senja, 7 tahun setelah Esha tinggal bersamanya, kini Esha sudah kelas 2 SMA Negeri 1 Malang, menjelang Olympiade kimia berlangsung, Esha yang menjadi langganan sekolahnya untuk mengikuti kompetisi, kini olympiade kimia Nasioanal yang ke sekian kalinya bagi Esha, setelah bulan lalu ia menyabet juara 1 duta pariwisata, juara 1 akustik nasional dan masih banyak lagi. dengan rajin dan tekun ia mempersiapkan olympiade tersebut.
“Bagaimana persiapanmu dek??” Tanya Senja,
“Alhamdulillah kak, Insya Allah siap, mohon do’anya”.
“Adikku, Ada hal yang tanpa kita cari datang dengan sendirinya, namun ada juga hal yang perlu perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkannya…yang kita dapatkan dengan pengorbanan tidak selalu lebih baik dari yang datang dengan sendirinya...kita hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Semangat sayang…” Pesan Senja untuk Esha.
##
      Olympiade Nasional dimulai. 6 jam berlangsung, ruangan terdengar ramai akan sorak setiap sekolah, kini tibalah saatnya pengumuman pemenang lomba, pembawa acara menaiki panggung besar, dag dig dug jantung semua peserta bendetak lebih kencang bagai genderang mau perang kata bang Ahmad Dani. Setelah juara 3 dan 2 tersampaikan, kini pembawa acara sedikit bertele-tele membuat semua orang penasaran, Baiklah hadirin sekalian, Juara 1 di raih oleh…..(aransemen musik megiringi suara MC) perwakilan dari SMA Negeri 1 Malang. Bapak Presiden RI memberikan medali kepada para pemenang, medali Emas dan beasiswa kuliah ke jepang di tangan Esha. Senja ikut bangga atas keberhasilan adiknya. Esha memberikan sambutan, syukur Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada kakakku Senja, guru-guruku dan teman-temanku, saya ingin berbagi kisah untuk kalian. Esha pun mulai bercerita di sela sambutannya:
     Kisah bocah prematur yang selamat dari kematian, gunung meletus memisahkan ia dengan orang tuanya. Hidupnya adalah sebuah anugerah,5 tahun ia habiskan waktunya di panti Asuhan “at-Thoif” Malang, jelang usianya bertambah 6 bulan perempuan berkulit sawo matang dan berpakaian rapi mengambilnya dari panti. sayang nasib kurang memihaknya, orang tua asuh yang jahat, keras, dan suka memukul dengan rotan. ia pun melarikan diri dengan wajah katakutan.
      Bocah kecil yang malang. Hadirin,,,akankah ia mampu mengarungi kehidupan tanpa seorangpun di sisinya?? Akankah ia akan mencapai masa depan yang gemilang dengan kejamnya dunia??
       Tak banyak yang ia tahu tentang hidup, bahagia, kasih sayang, kenikmatan, yang ada hanya pukulan rotan ibu angkat, makian preman jalanan, celoteh mulut-mulut jalang perampas kekayaan yang bertengger duduk di perkantoran. Malam itu tiba-tiba membisu, tiada bersua meski sepatah kata, hanya sinar rembulan, bintang bergemerlapan, suara tokek dan jangkrik nyaring menghiasi malam yang hampa, ia tapaki cakrawala meski dengan merangkak hingga terkadang ia terpekur melihat hidupnya sendiri, wajah lusuh penuh tanya. Akankah ini arti hidup, bahagia, kasih sayang dan kenikmatan??? sambil mendongakkan wajah ke atas, seolah-olah mendemo Tuhan. Tuhan mengapa engkau tak adil padaku?? Menengadahkan tangan sambil merajuk pada Tuhannya, bertanya tentang hidup, arti kebahagiaan dan kasih sayang, tiada pula keluarga, seolah-olah keinginan untuk bertemu ayah ibunya tak mampu terbendung lagi, Sehening apa pun itu, selalu saja ada suara, suara detak rindu.
Cerita pun terhenti, Senja berdiri dan merangkulnya di atas pentas, kesadaran tersentak melumpuh dicengramnya duka dalam ruangan.
        
        Hadirku disini juga berkat kakak ku Senja yang sekaligus mejadi orang tuaku “sambil melihat wajah Senja”. Tepuk tangan dan tangis haru menyertai sambutan Esha. kini Esha mampu membuktikan pada dunia, akan miracle of usaha keras, kesabaran, dan kesholihannya akan mengingat Tuhan telah membawanya terbang bersama mimpi dan pertanyaan-pertanyaan masa lalu yang kelam.
       Waktu telah memberikan jawaban akan semua pertanyaan yang mendesir bagai ombak di laut lepas. Bahwa hidup adalah petualangan yang mengasyikkan jika kita memaknai semua kejadian dengan tidak membatasi fikiran, hati dan mata kita untuk terus memandang luas dan melukis indah akan torehan sejarah kehidupan. Bersyukur dan teruslah berkarya.
      Di sudut ruang terlihat lelaki sunyi menghadiri acara Esha, sapanya mendekati Senja, sejak lama lelaki ini mengintai Senja, namun menunggu waktu yang tepat untuk menemui dan menyatakn semuanya, kini di balik kesuksesan dan kebahagiaan Esha, Senja pun bertemu dengan pangeran dambaan yang mampu menerangi sudut hatinya yang sunyi,..
      Jiwa senja tersenyum serasa membisik pelan pada neuronnya Aku hanya tahu satu hal, matahari tak pernah terbit menunggu waktu yang tepat tetapi dengan waktunya sendiri, dan setiap kali ia terbit ia mampu menyapu habis kegelapan. Engkaulah ‘Sun’ yang ku tunggu dan menjadi penerang setelah gelapku dalam elegi merbabu.

Pesan Moral:
Selalu ada akhir dari setiap kisah yang diciptakan
Namun, penulis selalu menulis akhir yang menyenangkan
Kita adalah penulis kisah hidup kita, maka tulislah akhir yang menyenangkan...
dan jadikanlah sabar dan sholat sebagai penopangmu (Sun)

Monday, December 7, 2015

CEMBURU TAK BERSTEMPEL

Assalamu'alaikum sobat Penoreh Tinta, ditemani potato keju dan tentunya dengan white milk hangat mengepulkan asap, berusaha mengoyak ribuan kata yang berserakan dalam angan, tertunda karena mata menyipit menanti mimpi. hehehehe...ahay, sedikit menggelitik memang, ketika terlelap tiba-tiba imajinasi mempendarkan kata menyeringai bibir untuk tersenyum...'Cemburu Tak Berstempel'..ehemmmmm,,,,hati hati menjaga hati saut ilalang metropolitan...

Saatnya berkelana dengan kata...ayooooo!!!

Berdiskusi dengan angin, sudah ribuan kali aku mengeja deretan kebisuan, ketika setetes embun bermetamorfosis, kabut-kabut kecil-pun kini mulai menutupi ejaan yang meremang, dinginnya tiupan angin bersinyalir dengan meringkuknya tubuh yang semakin memucat, menyadarkan cinta masih butuh mekanisme agar mampu bertahan... pagi melepas jeruji rindu rupanya kini mulai menyapa sang surya, meski tak selamanya teriknya mendamaikan, ia adalah penghidupan...

Waktu cepat berlalu hingga tawa yang ada seolah tertelan masa, kekacauan mendominasi hari, semua menatap baris tulisan yang tak biasa, sepi.....hanya terlihat daun  kering tergeletak dan debu menempel pada dinding-dinding jalan yang menghitam...
ku temui lembar kertas yang mendomprak ingatan kelam mengairi fikiran yang seharusnya tak perlu hadir....terasa aneh, aku sedikit melankolis, melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas warna-warni baru, seolah-olah semuanya diterjelamahkan menjadi satu kombinasi kemanusiaan, semua terasa mesra tapi kosong...

Pernahkah kau merasa, hatimu hampa,,,dan pernahkah kau merasa pula seolah batin mengeroyok Rasa dengan mangsanya yang berteriak cemburu...??? wajah-wajah lusuh hanya bisa melihat tiada berkata seolah membisu karena bicarapun terasa menyakitkan...tak perlu menerjemahkan hati yang meremang, cukup memahami dengan kepandaian murni, tidak berimplikasi pun tidak mengakibatkan infeksi...

Secawan merpati kicauannya hadir membisikkan kata 'Nasib terbaik adalah tidak pernah diabaikan'...tegaklah ke langit luas, atau awan yang mendung...meski terkadang kita berbeda dalam semua namun tidak dalam cinta...kau dan aku tegak berdiri meresapi belaian angin menyambut sang petang...

Tersendak kebisuan yang megelam, terlihat sosok rupawan, dipunggungnya terdapat cinta, yakin apa yang diingini, pun lari mereka ringan karena tak ada yang menunggangi, hati yang begitu putih seperti embun pagi, hati yang selalu tersenyum penuh dengan kedamaian diselimuti rasa syukur kepada Ilahi, sedamai angin timur menyapa rerumputan luas, membawa kedamaian disetiap hati..seindah mentari yang menyapa semesta dengan senyumnya, bagai mutiara nan indah yang tersimpan dalam kerangnya, kerangnya putih alami tak tersentuh oleh debu dan noda...Cemburu tak berstempel (tak perlu pengakuan) karena ia (cinta) kemurnian, melakukan dan melupakan...itulah yang terbaik dalam IkhlasNya cinta, karena ikhlas itu seperti embun yang selalu hadir di setiap pagi tak perlu menunggu stempel yang menandai...hehehe

“Kedamaian terletak pada hati yg selalu bergantung kepada Allah”

larilah dalam kebebasan kuda liar...hanya dengan begitu, kita mampu memperbudak waktu, melambungkan mutu dalam hidup yang cuma satu (Dee)

Semoga bermanfaat dan salam karya dariku I'ana Penoreh Tinta

Sunday, December 6, 2015

MENYEMAI RINDU-MU

Bismillahirrohmanirrohim....
      Saat bibir menyunggingkan senyum getir, saat yang sama menyemai pilu…Hati memekik membaca kabar dari setiap dering Hp ‘sosial media’ mengabarkan akan kepergian guru kami, إنا لله وإنا إليه راجعون terucap disetiap  sudut sepi malam dalam haru, Selamat jalan wahai guru, Ya Allah terimalah beliau disisiMu, sesungguhnya Engkaulah sang pengampun dosa…do’a kami mengalun teriring dengan kepergian guru (Ya Allah, ampunilah dosa-dosa beliau, kasihanilah beliau, lindungilah dan maafkanlah beliau, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah beliau ke dalam surga-Mu dan lindungilah beliau dari siksa kubur atau siksa api neraka)."
       Waktu terhenti tak tersadari, Jasad terbujur kaku, pasti akan hadir mendatangi setiap sela waktu kita, tak pernah tau kapan dan dimana, tak pandang bulu maupun suku, tak peduli jelek atau tampan, menawan, rupawan, pun tak melihat pangkat dan jabatan, semua hanya seonggok daging yang punya nama, bisa jalan-jalan dan bicara, bukan sebuah kehidupan. Ibarat buah mangga yang jatuh saat angin menerpa, tak pandang masih muda (pencit: bahasa jawa) atau sudah menua.
       Saat darah merah mulai memutih.,Kebanggaan yang kita sanjung selama ini hanyalah semu, lantas apa yang hendak kita sombongkan??? semua yang dicintai akan meninggalkan diri, dan tak ada yang patut disesali saat semua telah terjadi, namun bagaimana yang masih tersisa mampu terinfestasi untuk membuat perubahan yang baik menjadi lebih baik. mengukir di atas selembar kertas “Lakukan dan lupakan” ikhlas dalam kebaikan adalah jalan yang bisa kita tempuh, seolah esok kita tak mampu melihat, mendengar, atau nafas ini tak lagi melekat erat menemani jasad. Saat waktu memanggil, maka teman sejati hanyalah amal, dan saat waktu terhenti..teman sejati tinggallah sepi.

sahabatku......
Jika kita tak mampu bersaing dengan para shalihin dalam ibadahnya, maka berlombalah dengan para pendosa dalam istighfarnya

Allah Maha Cahaya,..terangilah setiap langkah kami, bimbing kami di jalan Cahaya Rahmat-Mu, tak tersadari banyak waktu yang terbuang sia-sia, sesal akhir tiada berguna, jiwa termangu diam membisu dan lusuh, bertambah umur dalam hidup yang semakin merapuh...

Akan ada waktu dimana kita tertidur selamanya

 #Semoga bermanfaat...

Monday, November 30, 2015

NGILMU DENGAN MALAM

Saat angan melambung di angkasa...
Saat bintang bermesra dengan malam...
Saat imajinasi mengoyak mimpi dalam diskusi...
Saat itu pula, senyum haus keilmuan menjelma dan menuntun membuka mata dengan pelan...
Aku ada untuk kau gali...
Aku ada untuk kau kaji...
Aku ada untuk kau nikmati...
Aku pun ada untuk arti sebuah mimpi...
Akulah ILMU...
Kedalamanmu semakin terasa saat ku menyelami...
Luasmu tak terhingga saat aku menyadari kau begitu berarti...
Buku, Pengalaman, Sahabat, pun Cinta...
Engkaulah lautan pengetahuan yang ku tau...
Deretan huruf bersandar pada kata....
Deretan kelabu bersandar di malam yang semu...
Deretan angka bersandar pada jumlah...
Pun..deretan kisah menjadi sejarah...
Malam pelukis langit yang menderu akan derap langkah penuh harap...
Pada-Mu sang Pegasih ku sandarkan diri dengan tegap...
Gagapku akan salah mulai menyergap...
Tersandar dalam rindu yang begitu mengalap...
Tuhan...ku titpkan secuil asa...
Namun, Kau berikan selaksa rasa yang tiada terkira...
Syukur ku panjat...
Rinduku pun kau dekap...

#Ngilmu dengan malam yang menghaus keilmuan

Semoga bermanfaat, salam karya dariku I'ana Penoreh Tinta

Sunday, November 29, 2015

MAUKAH KAU TAU???

Assalamu'alaikum sahabat Penoreh Tinta, malam ini aku menyelundupkan rindu yang tumpah di pelataran neuron meski sebatas menyapa, mengetukkan jari di atas keybord dalam gelap malam yang tiada berbintang, namun terasa terang dengan hadirmu (inspirasi) di setiap helai nafas yang tersisa....

Masih ingat kah sobat semua tentang sebuah anonim "Mata uang paling berharga di dunia ini adalah waktu. tidak seorangpun bisa membeli waktu yang sudah terpakai"...
yaaa...sedikit mencengangkan memang!!!! di tengah kesibukan menggeluti dunia yang menyibuk, meyemai rasa yang semakin medesak, menelisik hati yang terus mendekam dalam kerinduan,,,bahasan WAKTU bukan hal yang asing lagi, justru bahasan klasik yang sering kita dengar, lantas...apakah kita sudah berhasil menginfestasikan dengan baik waktu yang ada??? dan sebenarnya apa arti sebuah waktu???...sering kali orang mengatakan time is money (waktu adalah uang), jika boleh mengartikan, 'uang' disini Penoreh Tinta artikan sebagai hal yang berharga, layaknya kesempatan, cinta, kasih sayang dan juga harapan...
  • Untuk memahami makna satu tahun, Tanyalah seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikan kelas
  • Untuk memahami makna satu bulan, Tanyalah seorang ibu yang melahirkan bayi premature
  • Untuk memahami makna satu minggu, Tanyalah buruh mingguan
  • Untuk memahami makna satu hari, Tanyalah seorang pekerja dengan upah harian
  • Untuk memahami makna satu jam, Tanyalah seorang gadis yang sedang menunggu pacarnya
  • Untuk memahami makna satu menit, Tanyalah seseorang yang ketinggalan kereta
  • Untuk memahami makna satu detik, Tanyalah seseorang yang selamat dari kecelakaan
  • Untuk memahami makna satu mili detik, Tanyalah seorang pelari yang meraih medali perak olimpiade
Sobat Penoreh Tinta, yuuuuuuk......kita belajar untuk menghargai waktu yang masih tersisa, bukan-lah ranting yang harus dijaga namun akar...bukan pula jasad yang harus terjaga namun nafas...karena sesungguhnya saat akar yang terjaga maka ranting, daun, pun bunga akan juga terjaga...saat nafas kita terjaga, maka kesempatan mencintai, berbagi, menyayangi, harapan untuk mewujudkan mimpi, menebar kebaikan, tidakkan kita tunda dan sia-sia kan lagi, karena sesungguhnya lepasnya nafas dari jasad tak pernah kita ketahui kapan dan dimana waktunya...
Sobat....Jangan mau dibodohi oleh kalender. Kalender hanya berisi jumlah hari dalam satu tahun yang bisa kita gunakan. Seseorang bisa memperoleh 1 minggu yang berharga dalam waktu 1 tahun, sementara orang lain memperoleh 1 tahun yang berharga dalam waktu 1 minggu (Charles Richards)
Dekap erat waktu jangan kau siakan
Dekap erat cinta jangan kau abaikan
Dekap erat mimpi untuk kau wujudkan
Dekap erat kejujuran, karena kebohongan menghancurkan kepercayaan
Dekap erat kesetiaan sebagai wujud menghargai hati dan perasaan
Dekap pula orang yang kau sayang, jangan sampai penyesalan yang di dapatkan, dan
Dekap erat malam ini dengan bersujud sepenuh hati kepada TUHAN

Semoga bermanfaat, dan salam karya dariku I'ana Penoreh Tinta

Wassalamu'alaikum....

Arsip Blog

Artikel Terpopuler